Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri menyelenggarakan pengajian sekaligus sebagai Puncak Milad Muhammadiyah  ke-112 tingkat Kabupaten Wonogiri yang dilaksanakan Ahad, 27 Oktober 2024. Acara ini diikuti oleh ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-kabupaten Wonogiri.

Acara dimulai dengan pertunjukan pembukan oleh siswa dan siswi SD-SMP Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro yang menampilan kesenian angklung, tari sama, dan beberapa lagu. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Sang Surya.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri, Drs. Kusman Toha, M.Pd., memberikan sambutan serta mengucapkan terima kasih kepada panitia acara yang sudah bekerja keras untuk memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Pengajian Muhammadiyah yang sekaligus menjadi Puncak Milad Muhammadiyah ke-112.

Memasuki acara inti adalah tausiyah sekaligus pembinaan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. K.H. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum. Dalam Tausiyahnya, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Milad Muhammadiyah ke-112 di Wonogiri. Tak lupa, sebagai penyemangat acara, beliau mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk meneriakkan yel-yel “Ranting itu penting!, cabang harus berkembang!, masjid makmur memakmurkan!, makmur masjidnya dan memakmurkan jamaah!”.

K.H. Dahlan Rais menyampaikan bahwa dakwah Muhammadiyah adalah gerakan Islam. Dalam pengembangan dakwah baik konvensional maupun berkemajuan. Islam berkemajuan dimana Islam yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Dimana makna dakwah adalah mengajak. Pendakwah pada bidangnya, sukses dengan pengetahuan, karakter, dan kepakaran/keahlian. Satu orang Islam dapat menurunkan kebencian kepada Islam 18%. Maka dengan dakwah yang terus menerus, bekerja, tidak sekedar bekerja, kita akan sukses kalau kita menjadi juara, memiliki pengetahuan, memiliki karakter, dan ditunjang dengan kepakarannya, keahliannya, keterampilan dalam bidangnya, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.