Profil Organisasi
Sejarah
‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan dan kemasyrakatan. Sebagai komponen organisasi perempuan Muhammadiyah ‘Aisyiyah didirikan pada tanggal 27 Rajab 1335 bertepatan dengan tanggal 19 Mei 1917 di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan.
Bermula dari perkumpulan gadis- gadis dalam pengajian rutin yang dikenal sebagai Sapa Tresna tahun 1914, para kader ‘Aisyiyah yang kemudian berkembang sampai pada kalangan ibu – ibu rumah tangga, kemudian diajak untuk memikirkan persoalan kemasyarakatan khususnya masalah peningkatan harkat kaum perempuan.
Seperti halnya Muhammadiyah, beridirinya Aisyiyah dilatar belakangi oleh adanya keprihatinan mendalam akan kondisi bangsa indonesia, khususnya kaum perempuan. Pada awal abad ke 20, paham budaya yang mensurbordinasi derajat dan kedudukan kaum perempuan telah menjadi sumber kebodohan dan ketertinggalan.
Pada masa itu, sekolah – sekolah hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki, itupun juga terbatas pada kalangan tertentu (priyayi). Jadi, tidaklah mengherankan jika peran perempuan pada maaa itu dibatas pada sektor domestik. Pandai di dapur dan mengasuh anak menjadi tolak ukur kualitas gadis – gadis masa itu.
Demikianlah, ketika para wanita disibukkan oleh pekerjaan domestik, KH. Ahmad Dahlan justru berpikir sebaliknya, dan mengatakan kepada para wanita untuk menjalankan tugas dalam menghadspi masyarakat publik. Setelah terbentuknya perkumpulan pergerakkan ,’Aisyiyah mulai melaksanakan kerja-kerja sosial untuk kemajuan dan peningkatan harkat dan martabat perempuan indonesia.
Peran dan Perkembangan ‘AISYIYAH’
Setelah berdiri, Aisyiyah tumbuh dengan cepat, sebagai organisasai perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah kemudian tumbuh menjadi organisasi otonom yang berkembang keseluruh penjuru tanah air.
Pada tahun 1919, dua tahun setelah berdiri, Aisyiyah merintis pendidikan dini untuk anak – anak dengan nama FROBEL, yang merupakan TAMAN KANAK –KANAK pertama kali didirikan oleh bangsa indonesia, selanjutnya taman kanak- kanak ini diseragamkan namanya menjadi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang saat ini mencapai 5.865 TK di seluruh Indonesia, 1860 TK ada di wilayah Jawa Tengah.
Gerakan pembarantasan kebodohan yang menjadi salah satu pilar perjuangan Aisyiyah terus dicanangkan dengan mengadakan pembarantasan buta huruf pertama kali, baik buta huruf arab maupun latin pada tahun 1923. Dalam kegiatan ini para peserta yang terdiri dari para gadis dan ibu – ibu rumah tangga belajar bersama dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemajuan partisipasi perempuan dalam dunia publik.
Selain itu pada tahun 1926, Aisyiyah mulai menerbitkan majalah organisasi yang diberinama suara Aisyiyah yang awalnya berdirnya menggunakan Bahasa Jawa melalui majalah bulanan inilah Aisyiyah antara lain mengkomunikasikan semua program dan kegiatannya termasuk konsolidasi internal organisasi.
Aisyiyah merupakan organisasi pertama perempuan di bumi indonesia, secara personal banyak anggota ‘Aisyiyah yang ikut menjadi pelopor pendirian beberapa organisasi perempuan baik ditingkat Nasional maupun Regional. Sebagai organisasi tertua, tentu telah banyak yang dilakukan ‘Aisyiyah untuk mendukung dan memajukan negeri tercinta ini. Untuk memajukan negeri ini tidaklah bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Peran dan partisipasi ‘Aisyiyah menjadi sangat berarti. Seperti halnya dalam gerakan Desa Qoryah Toyyibah, Desa Siaga, yang merupakan gerakan pemberdayaan untuk meningkatkan status desa agar menjadi tentram,tenang, sejahtera baik lahir maupun batin, yang terpancar pada setiap keluarga, yang pada akhirnya tercermin pada masyarakat.
Dalam perkembangana, gerakan ‘Aisyiyah dari waktu ke waktu terus meningkatkan peran dan memperluas kerja dalam rangka peningkatan dan pemajuan harkat wanita Indonesia. Hasil yang sangat nyata adalah wujud amal usaha yang teridri atas ribuan sekolah dari Taman Kanak –Kanak hingga perguaruan tinggi, rumah sakit, balai bersalin, panti asuhan, panti jompo, rumah – rumah sosial, lembaga ekonomi dan lain –lain.
“Kasih sayang dan toleransi adalah kartu identitas orang Islam”
KH. Ahmad Dahlan
Identitas
Aisyiyah, organisasi perempuan persyarikatan muhammadiyah, merupakan gerakan islam dakwah amar makruf nahi munkar, yang berasaskan Islam seta bersumber pada Al- Qur’an dan As- Sunnah.
Visi Ideal
Tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyrakat Islam yang sebenar- benarnya.
Visi Pengembangan
Tercapainya usaha – usaha ‘Aisyiyah yang mengarah pada penguatan dan pengemabangan dakwah amar makruf nahi munkar secara lebih berkualitas menuju masyarakat madani yakni masyarakat islam yang sebenar – benarnya.
Misi
- Menanamkan keyakinan, memperdalam dan menmperluas pemahaman meningkatkan pengamalan serta memyebarlusakan ajaran islam dalam segala aspek kehidupan.
- Meningkatkan harkat dan martabat kaum wanita sesuai dengan ajaran islam.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengkajian terhadap ajaran islam.
- Memperteguh iman, memperkuat dan menggembirakan ibadsah, serta mempertinggi akhlak.
- Meningkatkan semangat ibadah, jihad, infak, shodaqoh, wakaf, hibah, serta membangun dan memelihara tempat ibadah dan amal usaha yang lain.
- Membina AMM putri untuk menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna gerakan aisyiyah.
- Meningkatkan pendidikan, mengembangkan, kebudayaan,memprluas ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta menggairahkan penelitian.
- Memajukan perekonimian dan kewirausahaan kearah perbaikan hidup yang berkualitas.
- Meningkatkan dan mengembangkan kegiatan dalam bidang – bidang sosial,kesejahteraan masyarakat, kesenian dan lingkungan hidup.
- Meningkatkan dan mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran serta memupuk semangat kesatuan dan persatuan bangsa
Meningkatkan komunikasi, ukhuwah, kerjasama di berbagai bidang dan kalangan masyrakat dalam dan luar negeri. - Usaha – usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan organisasi.